Akuyang semula menutup mataku rapat - rapat akhirnya tak sanggup melanjutkannya. Kubuka mataku perlahan hingga kemudian mata kami saling menatap, lalu ia pun mengusap pipiku perlahan dengan jari - jemarinya. Aku juga heran dengan tubuh dan isi otakku, kenapa aku begitu patuh dengan pintanya? Entahlah, mungkin karena aku sudah
Inisaatnya aku mengulang dan memperbaiki hafalan Al-Qur’an yang akan aku setorkan pada Syaikh Utsman. 3. Keributan Tengah Malam Aku sampai di flat jam lima lebih seperempat. Siang yang melelahkan. Ubun-ubun kepalaku rasanya mendidih. Cuaca benar-benar panas. Yang berangkat talaqqi pada Syaikh Utsman hanya tiga orang. Aku, Mahmoud dan Hisyam.
RumahkuTerbakar! Assalamualaikum, Ah asap! Rumahku terbakar! Apa nak buat ni? Nauzubillah kalau betul betul terjadi. Tapi pernahkah kita terfikir jika betul betul terjadi. Apa yang kita harus lakukan? Kadang kadang semasa termenung bermuhasabah diri, bila fikir kan macam mana saat kematian ku, rasa berdebar..
ReadTuczine #9 by Tuczine on Issuu and browse thousands of other publications on our platform. Start here!
KRBiF1p. w7pkscirfe.pages.dev/387w7pkscirfe.pages.dev/189w7pkscirfe.pages.dev/130w7pkscirfe.pages.dev/141w7pkscirfe.pages.dev/480w7pkscirfe.pages.dev/342w7pkscirfe.pages.dev/466w7pkscirfe.pages.dev/348
aku dan seisi rumahku chord